Ikan Belida (Chitala lopis)

Di perairan sungai besar yang alirannya tenang, sosok ini meluncur anggun seperti bayangan perak. Geraknya halus, tubuhnya pipih memanjang, dan setiap lengkung siripnya menghadirkan kesan sunyi yang khas perairan tawar Nusantara. Keberadaannya kerap diceritakan dalam ingatan kolektif masyarakat sungai sebagai ikan bernilai tinggi sekaligus penuh wibawa.

Chitala lopis dikenal luas dengan nama ikan belida. Sebutan ini umum digunakan di Sumatra dan Kalimantan, terutama di daerah aliran sungai besar tempat spesies ini dahulu melimpah.

Di beberapa wilayah, belida juga disebut belido atau ikan pipih atau ikan pisau. Ragam nama lokal tersebut mencerminkan ciri bentuk tubuhnya yang khas serta kedekatan masyarakat dengan ikan air tawar bernilai tinggi ini.

---ooOoo---

Belida sejak lama dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi karena dagingnya putih, lembut, dan memiliki cita rasa khas. Dagingnya menjadi bahan utama berbagai olahan tradisional seperti pempek dan kerupuk ikan.

Selain nilai pangan, belida juga memiliki nilai ekonomi dan simbolik. Keberadaannya menjadi indikator kualitas perairan sungai, sehingga secara tidak langsung berperan dalam kesadaran menjaga lingkungan.

---ooOoo---

Tubuh belida berbentuk pipih memanjang dengan punggung melengkung dan perut relatif rata. Panjang tubuhnya dapat mencapai lebih dari satu meter pada individu dewasa.

Kulitnya berwarna perak keabu-abuan dengan permukaan mengkilap. Sirip analnya sangat panjang dan menyatu dengan ekor, memungkinkan gerakan berenang maju dan mundur dengan sangat halus.

---ooOoo---

Belida menghuni sungai besar, danau, dan rawa banjiran dengan arus lambat. Perairan yang tenang dan memiliki kedalaman cukup menjadi habitat favoritnya.

Lingkungan dengan kondisi relatif lembab, air jernih, dan struktur alami seperti kayu tenggelam sangat disukai. Spesies ini sensitif terhadap perubahan kualitas air.

---ooOoo---

Perjalanan hidup belida dimulai dari telur yang dilepaskan di perairan tenang. Larva tumbuh perlahan dan memanfaatkan perlindungan alami dari vegetasi air.

Pertumbuhan berlangsung relatif lambat hingga mencapai ukuran dewasa. Perkembangbiakan terjadi secara alami di habitat sungai, namun populasinya kini menurun akibat tekanan lingkungan dan penangkapan berlebih.

---ooOoo---

Belida dapat terserang parasit eksternal seperti cacing dan protozoa, terutama pada perairan dengan kualitas air menurun.

Penyakit infeksi bakteri juga dapat muncul akibat stres lingkungan. Pencemaran sungai menjadi faktor utama yang memperbesar risiko gangguan kesehatan pada spesies ini.

---ooOoo---

Klasifikasi

Secara zoologi, belida termasuk kelompok ikan bertubuh pisau yang khas Asia Tenggara. Berikut klasifikasi ilmiahnya.

Regnum: Animalia
Phylum: Chordata
Classis: Actinopterygii
Ordo: Osteoglossiformes
Familia: Notopteridae
Genus: Chitala
Species: Chitala lopis
Klik di sini untuk melihat Chitala lopis pada Klasifikasi
---ooOoo---

Referensi

  • IUCN Red List – Chitala lopis.
  • FAO Inland Fisheries – Featherback Fishes.

Komentar