Tuwur (Eudynamys scolopaceus)
Eudynamys scolopaceus, dikenal luas sebagai tuwur, menghadirkan suara khas yang menggema dari pepohonan tinggi hingga sudut-sudut kampung. Lengkingannya yang berulang sering terdengar menjelang subuh atau saat senja, menjadi penanda alami pergantian waktu. Burung dari keluarga kukuk ini bukan hanya terkenal karena suaranya, tetapi juga karena perilaku hidupnya yang unik dan cara berkembang biak yang berbeda dari kebanyakan burung. Di Pulau Jawa, burung ini populer dengan sebutan tuwur atau tuhu. Masyarakat Sunda mengenalnya sebagai tuwung, sementara di beberapa daerah Sumatra disebut kedasih hitam. Di Bali dikenal sebagai kokokan alas, merujuk pada kebiasaannya bersuara dari balik rimbun pepohonan. Ragam nama lokal tersebut lahir dari pengamatan terhadap suara dan perilaku alaminya. Di banyak budaya, tuwur bahkan dikaitkan dengan pertanda musim atau perubahan cuaca, menunjukkan betapa dekatnya burung ini dengan kehidupan masyarakat sekitar hutan dan kebun. ---ooOoo--- Tuw...