Kukuk Beluk (Strix seloputo)
Saat senja perlahan berubah menjadi malam, hutan dan kebun terasa lebih sunyi, namun justru pada waktu inilah sebuah suara khas kadang terdengar memecah keheningan. Suara itu berat, dalam, dan menggema, seakan menjadi penanda pergantian waktu. Di balik gelap, tersembunyi sosok burung malam yang setia pada ritme alam, mengamati sekeliling dengan mata tajam dan gerakan nyaris tanpa suara. Seekor burung yang membuat penulis sangat gentar di waktu kecil karena sering ditakut-takuti orang bahwa konon burung ini adalah burung memedi yang suka makan anak kecil, tetapi setelah penulis dewasa ternyata makanan kesukaannya adalah tikus. Di Indonesia, Kukuk beluk (Strix seloputo) dikenal dengan beberapa nama lokal yang biasanya merujuk pada suaranya. Sebutan kukuk beluk paling umum digunakan di Jawa dan Sumatra, meniru bunyi panggilannya yang khas. Di beberapa daerah, burung ini juga disebut burung hantu cokelat atau beluk saja. Nama-nama tersebut lahir dari pengamatan masyarakat te...