Sambiloto (Andrographis paniculata)
Andrographis paniculata, lebih dikenal sebagai sambiloto, tumbuh sederhana di sudut kebun, tepi ladang, hingga halaman rumah, namun menyimpan reputasi besar sebagai tanaman obat. Daunnya kecil, rasanya sangat pahit, tetapi justru dari kepahitan itulah lahir manfaat yang telah dipercaya turun-temurun. Tanaman herba ini telah lama menjadi bagian dari pengobatan tradisional Asia, sekaligus menarik perhatian dunia medis modern karena kandungan senyawa bioaktifnya. Di Indonesia, sambiloto memiliki banyak nama daerah. Masyarakat Jawa mengenalnya sebagai sambiloto atau ki oray, orang Sunda menyebutnya ki peurat, sementara di Sumatra dikenal sebagai bidara atau pepaitan. Di Bali sering disebut sambiroto, sedangkan di Kalimantan dikenal dengan nama empedu tanah. Beragam sebutan tersebut mencerminkan luasnya persebaran tanaman ini sekaligus kedekatan masyarakat dengan khasiatnya. Hampir di setiap daerah, sambiloto hadir sebagai ramuan pahit yang dipercaya membantu memulihkan tubuh sa...