Katak Hijau (Pelophylax esculentus)
Di antara riap air kolam dan tenangnya rawa, seekor makhluk kecil sering mengintip dari balik daun teratai. Tubuhnya basah, matanya membulat penuh waspada. Ketika ia melompat, percikan air memecah kesunyian—seolah menandai bahwa kehidupan di tepi air selalu penuh kejutan. Bukan hanya sekadar penghuni rawa yang bersuara “krok-krok” saat malam, ia adalah bagian dari kisah panjang ekosistem air tawar, menjaga keseimbangan antara predator dan mangsa. Keberadaannya adalah tanda bahwa lingkungan sekitar masih bernapas sehat. Melalui warna hijau yang menyatu dengan alam, ia mengajarkan bahwa menjadi kecil bukan berarti tak berarti. Ada peran penting yang terus dijalankannya tanpa keluh. ---ooOoo--- Dalam bahasa Indonesia, ia biasa disebut “katak hijau”. Namun, perlu digarisbawahi bahwa di Nusantara istilah tersebut sangat umum dan digunakan pula untuk spesies katak lain yang berbeda. Nama ilmiahnya, Pelophylax esculentus , lebih dikenal di kawasan Eropa di mana spesies ini bera...