Kucing Bakau (Prionailurus viverrinus)
Di wilayah peralihan antara daratan dan perairan, tempat lumpur, air payau, dan vegetasi rapat saling bertemu, hidup seekor predator yang jarang terlihat namun memegang peranan penting. Gerakannya tenang, matanya awas, dan nalurinya terasah oleh lingkungan yang keras. Keberadaannya sering tersembunyi di balik rimbun bakau dan rawa, menjadikannya salah satu penghuni alam liar yang misterius sekaligus menawan. Di Indonesia, Kucing Bakau (Prionailurus viverrinus) dikenal dengan beberapa nama lokal yang biasanya berkaitan dengan habitatnya. Sebutan kucing bakau atau kucing rawa paling umum digunakan, merujuk pada kebiasaannya hidup di kawasan mangrove, rawa, dan lahan basah. Di beberapa daerah pesisir, hewan ini juga disebut sebagai kucing air karena kemampuannya berenang dan berburu di perairan dangkal. Perbedaan nama tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat setempat mengenal hewan ini melalui interaksi tidak langsung, jejak kaki di lumpur, atau cerita turun-temurun. Meski...