Postingan

Menampilkan postingan dengan label Classis: Bivalvia

Kima Raksasa (Tridacna gigas)

Gambar
Di perairan tropis yang jernih, di antara terumbu karang yang berwarna-warni, terdapat satu makhluk laut yang ukurannya mencengangkan dan gerakannya nyaris tak terlihat. Cangkangnya terbuka perlahan mengikuti cahaya, sementara jaringan tubuhnya berdenyut halus seolah bernapas bersama laut. Keheningan dan ketenangannya justru menegaskan peran besar yang dimilikinya dalam ekosistem bawah air. Di Indonesia, Kima Raksasa (Tridacna gigas) dikenal luas dengan sebutan kima atau kima besar . Di wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku dan Papua, masyarakat mengenalnya sebagai bia garu , bia kuku , atau bia lola besar , merujuk pada bentuk cangkangnya yang kokoh. Ragam nama lokal tersebut menunjukkan bahwa kima telah lama dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir. Dalam budaya setempat, hewan ini bukan hanya sumber pangan, tetapi juga bagian dari tradisi dan pengetahuan lokal tentang laut. ---ooOoo--- Manfaat ekologisnya sangat besar dalam menjaga kesehatan terumbu karang...

Kijing (Pilsbryoconcha exilis)

Gambar
Dalam diamnya air sungai yang mengalir pelan, ada kehidupan kecil yang jarang diperhatikan—seekor kijing. Cangkangnya yang keras bersembunyi di dasar lumpur, nyaris tak terlihat. Namun di balik keheningan itu, kijing menjalankan perannya yang luar biasa bagi ekosistem air tawar. Ia menyaring air, menyeimbangkan kehidupan, dan menjadi bagian dari kisah panjang alam yang terus bergerak. Kijing ( Pilsbryoconcha exilis ) bukanlah makhluk yang mencuri perhatian dengan warna mencolok atau gerakan cepat. Ia sederhana, lembut, dan setia pada dasar sungai tempatnya hidup. Justru kesederhanaan itu yang menjadikannya simbol ketenangan dan ketahanan—makhluk yang hidup bersahaja, namun memberi dampak besar bagi lingkungan sekitarnya. ---ooOoo--- Di berbagai daerah di Indonesia, kijing memiliki banyak nama. Di Jawa, ia disebut “kijing” atau “kijing air tawar”, sedangkan di Sumatra sering dikenal dengan sebutan “remis” atau “simping air”. Masyarakat Kalimantan kadang menyebutnya “kupang...