Cabak Jawa (Batrachostomus javensis)
Saat senja merayap pelan dan cahaya matahari memudar di balik pepohonan, sebuah sosok nyaris tak terlihat bertengger diam di dahan kering. Warnanya menyerupai kulit kayu, matanya besar, dan keberadaannya sering luput dari pandangan. Inilah cabak Jawa, burung nokturnal yang mengandalkan penyamaran sempurna untuk bertahan hidup di hutan tropis Nusantara. Batrachostomus javensis dikenal sebagai “cabak Jawa” atau “cabak malam”. Di beberapa daerah disebut juga “burung kodok” karena bentuk kepalanya yang lebar dan suara panggilannya yang unik. Masyarakat pedesaan kerap mengenalnya sebagai burung malam yang jarang terlihat namun sering terdengar. Nama-nama lokal tersebut muncul dari kebiasaan burung ini yang aktif pada malam hari dan lebih sering berdiam diri pada siang hari. Keberadaannya biasanya baru disadari saat terdengar suara khasnya dari dalam hutan atau kebun yang rindang. ---ooOoo--- Cabak Jawa berukuran sedang dengan panjang tubuh sekitar 23–27 cm. Bulunya bercorak co...