Kepiting Bakau (Scylla serrata)
Di antara akar-akar bakau yang rapat dan air pasang yang tenang, sosok bercangkang keras ini bergerak menyusuri lumpur dengan ketenangan khas. Capitnya kuat, langkahnya mantap, dan keberadaannya menautkan kehidupan laut dengan daratan pesisir. Ia bukan sekadar penghuni hutan mangrove, melainkan penjaga keseimbangan ekosistem sekaligus sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar. Di Indonesia, Scylla serrata dikenal luas sebagai kepiting bakau . Nama ini merujuk langsung pada habitat utamanya, yakni kawasan mangrove yang kaya bahan organik dan terlindung dari ombak besar. Di beberapa daerah, sebutan lain juga digunakan, seperti kepiting lumpur atau kepiting hijau , menyesuaikan warna cangkang dan lingkungan tempat ditemukannya. Ragam nama lokal ini mencerminkan kedekatan masyarakat pesisir dengan satwa yang telah lama menjadi bagian dari keseharian mereka. ---ooOoo--- Scylla serrata memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai bahan pangan laut. Dagingnya tebal, gurih, dan kaya p...