Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ordo: Columbiformes

Pergam (Ducula pickeringii)

Gambar
Di antara puncak-puncak pohon hijau yang lebat di pulau-pulau kecil terpencil, terdapat seekor burung berukuran besar yang bergerak dengan anggun dari satu pohon ke pohon lain. Dengan kepakan sayap yang dalam dan lambat, ia melintasi celah-celah hutan pantai, sesekali berhenti untuk mematuk buah-buahan yang bergelantungan di dahan. Kehadirannya yang tenang dan agung menjadikannya salah satu penghuni langit kepulauan yang jarang tersentuh oleh hiruk pikuk kehidupan manusia. Burung ini merupakan anggota famili pergam yang dikenal memiliki ukuran tubuh yang besar dibandingkan kerabatnya yang lain. Dengan postur yang kekar dan ekor yang relatif pendek, ia terlihat gagah saat bertengger di puncak pohon tinggi. Keistimewaannya terletak pada kemampuannya untuk bertahan hidup di pulau-pulau kecil yang terisolasi, sebuah adaptasi yang membedakannya dari jenis pergam lainnya yang lebih menyukai daratan luas atau hutan primer yang masih perawan. Kekayaan nama lokal burung ini mencermi...

Junai Mas (Caloenas nicobarica)

Gambar
Di antara rimbunnya pepohonan di pulau-pulau kecil terpencil, ada burung yang menyimpan pesona keemasan. Dengan gerak anggun di lantai hutan, ia menyisir serasah daun mencari pakan, sesekali menampakkan kilau bulu leher yang tampak seperti disepuh emas. Keberadaannya yang misterius dan kecenderungannya untuk hidup menyendiri menjadikan burung ini sebagai salah satu permata tersembunyi di kepulauan Nusantara yang jarang dijumpai oleh banyak orang. Burung darat berukuran sedang ini memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan merpati, namun penampilannya jauh lebih mempesona. Bulu-bulunya yang didominasi warna hijau metalik gelap memantulkan cahaya menjadi gradasi biru, hijau, hingga ungu, seolah mengenakan zirah dari logam mulia. Keistimewaan utamanya terletak pada bulu leher panjang yang menjuntai seperti rambut halus berwarna keemasan, menjadi ciri khas yang membedakannya dari semua jenis burung lainnya di dunia. Di Indonesia, burung ini dikenal dengan beberapa nama lok...

Punai Tanah (Chalcophaps indica)

Gambar
Di lantai hutan yang teduh, seekor burung kecil melangkah pelan di antara guguran daun. Sekilas tampak sederhana, tetapi ketika cahaya matahari menembus celah pepohonan, sayapnya memantulkan kilau hijau zamrud yang mempesona. Punai tanah adalah salah satu burung merpati hutan yang paling anggun di Asia tropis. Chalcophaps indica dikenal sebagai punai tanah atau punai hijau. Di beberapa daerah, masyarakat menyebutnya tekukur hutan kecil, meskipun secara ilmiah berbeda dengan tekukur. Nama “punai” sendiri lazim digunakan untuk kelompok merpati hutan berukuran kecil hingga sedang yang memiliki warna bulu cenderung hijau atau kecokelatan. ---ooOoo--- Burung ini berukuran sekitar 24–26 cm dengan tubuh ramping. Bagian kepala dan dada berwarna abu-abu keunguan lembut, sedangkan sayapnya berkilau hijau metalik. Bagian punggung dan ekor cenderung cokelat, dengan paruh berwarna kemerahan. Perbedaan jantan dan betina tidak terlalu mencolok, namun jantan biasanya memiliki warna lebi...

Burung Puter (Streptopelia risoria)

Gambar
Burung puter (Streptopelia risoria) hadir dengan suara yang khas, lembut, dan berulang-ulang, seakan-akan menyampaikan pesan damai kepada siapa pun yang mendengarnya. Suaranya sering kali menjadi penanda suasana tenang di pedesaan, menyatu dengan alunan alam yang sederhana. Keberadaannya sudah lama menghiasi halaman rumah dan pekarangan masyarakat Nusantara. Sejarah panjang burung puter tidak hanya sebagai makhluk hidup yang terbang bebas di udara, tetapi juga sebagai bagian dari kebudayaan. Ia dijadikan piaraan, dilatih suaranya, hingga dilombakan. Dengan penampilan sederhana dan suara mempesona, burung ini berhasil merebut hati banyak orang. ---ooOoo--- Di Indonesia, burung ini lebih sering dikenal dengan sebutan “burung puter” karena suaranya yang berputar-putar dan mendayu. Ada pula yang menyebutnya sebagai “tekukur putih” atau “dove jinak”, sesuai dengan ciri khas warna dan sifatnya yang mudah beradaptasi dengan manusia. Dalam beberapa komunitas penghobi burung,...

Tekukur (Spilopelia chinensis)

Gambar
Suara lembut yang merdu sering terdengar di pagi hari, berasal dari seekor burung kecil yang tampak sederhana namun menyimpan keindahan tersendiri. Burung itu adalah tekukur atau zebra dove ( Spilopelia chinensis ), salah satu jenis burung merpati kecil yang mudah dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Kehadirannya selalu memberi nuansa damai, seakan menyatu dengan suasana pedesaan maupun perkotaan. Tidak hanya sekadar penghibur telinga, tekukur juga menyimpan nilai budaya dan sejarah yang panjang. Dari penampilannya yang anggun hingga kicauannya yang khas, burung ini menjadi salah satu bagian dari kehidupan masyarakat Nusantara. Cerita tentangnya menyebar dari satu daerah ke daerah lain, menciptakan beragam nama dan sebutan yang unik. ---ooOoo--- Di berbagai daerah, tekukur dikenal dengan beragam nama. Di Jawa, burung ini sering disebut “tekukur” atau “doro ketukur.” Sementara itu, di Bali, masyarakat lebih mengenalnya sebagai “perkutut bali,” meski sebenarnya be...

Merpati Mahkota (Goura victoria)

Gambar
Merpati mahkota (Goura victoria) melangkah tenang di lantai hutan, bulu biru-keabuannya berkilau lembut, dan kipas mahkotanya yang berpola renda membuka menutup seperti napas hutan itu sendiri. Sosok besar, berwibawa, tetapi damai; tak terburu, tak gaduh, seolah seluruh rimba mengikuti ritmenya. Setiap langkahnya menyisakan jejak biji dan sisa buah yang kelak menjadi bibit kehidupan baru. Merpati raksasa dari Papua ini menghadirkan paduan langka: keanggunan yang mempesona dan peran ekologis yang penting. Di balik mahkota transparan yang khas, ada kisah kedekatan dengan tanah, pepohonan sagu, dan aliran rawa yang menjadi nadi hutan dataran rendah—rumah yang merawatnya, sekaligus rumah yang dirawatnya. ---ooOoo--- Di banyak wilayah Indonesia, terutama Papua, merpati mahkota akrab disapa mambruk . Sebutan “mambruk victoria” atau “merpati mahkota victoria” juga lazim, merujuk pada nama ilmiahnya. Dalam percakapan sehari-hari, penyebutan “merpati mahkota” sering langsung dipahami se...

Deruk (Streptopelia bitorquata)

Gambar
Deruk menampakkan diri pelan-pelan, seperti bunyi yang lebih dulu sampai sebelum tubuhnya terlihat. Suara membulat— kuk deruuuk… kook, deruk-deruk… —mengisi jeda pagi di kebun kelapa, di tepi kampung, atau di batas hutan sekunder. Tubuhnya tidak mencolok, namun ada sesuatu yang anggun: garis “kalung” gelap di tengkuk yang diselingi tepi putih tipis, seolah ia selalu berpakaian rapi untuk jam-jam paling sepi hari. Saat menulis cerita tentang deruk ini, ingatan saya melayang ke masa kecil, di mana orang tua saya memelihara 2 ekor burung yaitu satu deruk dan satunya lagi adalah perkutut. Dikenal para pengamat burung sebagai Streptopelia bitorquata , kerabat merpati yang khas wilayah kepulauan Indonesia bagian tengah–timur. Kehadirannya jarang gegap gempita; justru kelembutan suaranya yang menautkan memori orang pada kampung halaman, pada siesta pendek selepas hujan, dan pada ruang-ruang hijau yang bertahan di tengah perubahan. ---ooOoo--- Deruk, deruk bali, tekukur pul...

Merpati (Columba livia)

Gambar
Di antara atap-atap kota dan pohon-pohon tua yang teduh, sosok mungil berwarna kelabu sering terlihat bertengger dengan tenang. Kadang sendiri, kadang berpasangan, burung ini tampak seperti saksi bisu keseharian manusia. Columba livia, atau yang lebih akrab disebut merpati, adalah salah satu makhluk yang begitu dekat namun kerap terabaikan dalam hiruk-pikuk dunia modern. Keberadaannya bukan hanya sebagai pengisi ruang udara kota, tapi juga sebagai simbol perdamaian, kesetiaan, dan bahkan bagian dari budaya manusia sejak ribuan tahun silam. Tidak hanya indah dipandang, merpati menyimpan banyak cerita yang menarik untuk diungkap. Dari lorong waktu sejarah hingga fungsi modern, burung ini punya banyak peran yang sering tak terduga. Di berbagai daerah di Indonesia, Columba livia dikenal dengan beragam nama yang mencerminkan kedekatannya dengan kehidupan masyarakat. Di Jawa, burung ini sering disebut "merpati" atau "dara", seme...

Perkutut (Geopelia striata)

Gambar
Di suatu pagi yang sunyi, terdengar lengkingan lembut memecah udara dari balik pohon jambu yang rimbun. Suaranya lirih, mendayu, namun membawa ketenangan yang tak biasa. Itulah suara khas dari Geopelia striata, atau yang lebih dikenal sebagai perkutut. Burung mungil dengan bulu-bulu bercorak garis halus ini tidak hanya memikat dengan nyanyiannya, tetapi juga menyimpan makna dalam di benak banyak orang. Di balik tubuh kecilnya, perkutut membawa warisan panjang dalam budaya, kepercayaan, bahkan spiritualitas masyarakat. Ia bukan sekadar burung peliharaan, melainkan teman batin bagi sebagian orang, penjaga harmoni rumah, dan simbol keanggunan yang tenang. Dalam cerita-cerita kuno, suara perkutut dianggap pembawa kabar, dan kehadirannya dipercaya sebagai pertanda baik. Di berbagai daerah di Indonesia, Geopelia striata memiliki banyak nama lokal yang merefleksikan keakraban masyarakat dengannya. Di Jawa, ia dikenal dengan nama “perkutut”, nama yang paling populer dan sudah...