Menteng / Kepundung (Baccaurea racemosa)
Di sudut kebun tua dan tepian hutan tropis, kerap menggantung dompolan buah kecil berwarna kuning pucat hingga kemerahan, tumbuh langsung dari batang pohonnya. Rasanya segar, sedikit asam, dan mengingatkan pada masa ketika halaman rumah masih dipenuhi tanaman buah lokal. Itulah menteng, atau kepundung, salah satu buah asli Indonesia yang kini mulai jarang dijumpai. Baccaurea racemosa dikenal sebagai “menteng” di Jawa, sedangkan masyarakat Sunda menyebutnya “kepundung”. Di Sumatra, buah ini kerap dipanggil “rambeh”, sementara di Kalimantan dikenal dengan sebutan “menteng hutan”. Beragam nama lokal tersebut menunjukkan luasnya persebaran menteng di Nusantara. Dahulu, buah ini sering dipetik langsung dari pohonnya untuk dimakan segar, dijadikan rujak, atau diolah menjadi asinan tradisional. ---ooOoo--- Buah menteng mengandung vitamin C, serat, dan antioksidan alami yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu pencernaan. Rasa asam-manisnya menjadikannya...