Pepaya (Carica papaya)
Di halaman yang hangat oleh matahari, batang lurus menanjak seperti tiang, daun-daun besar terbentang seperti telapak raksasa. Dari sela-selanya bergelantungan buah lonjong, hijau mengilap lalu perlahan memucat menjadi oranye keemasan. Aroma manisnya mengundang, mengisyaratkan daging lembut yang siap disendok. Begitulah pepaya: sederhana, dekat, tetapi selalu mempesona dengan kedermawanannya. Asal-usulnya dari Mesoamerika; perjalanannya lintas samudra mengikuti kapal-kapal niaga ke seluruh tropika. Di Nusantara, singgah di kebun dan pekarangan, tumbuh di tanah gembur yang cukup lembab, dan memberi buah hanya dalam hitungan bulan. Kisahnya adalah kisah adaptasi: cepat besar, cepat berbuah, cepat menjadi bagian dari keseharian. ---ooOoo--- Di banyak daerah, sebut saja “pepaya” dan semua paham. Namun riuh bahasa Nusantara merayakannya dengan beragam nama: di Jawa sering disapa kates , di Sunda dan Bali akrab disebut gedang , sementara di beberapa wilayah Sumatra dan Kali...