Rajungan (Portunus sanguinolentus)

Di perairan laut tropis yang hangat dan dinamis, ada krustasea bercorak indah dengan gerak lincah di dasar laut. Pola warnanya yang kontras menyerupai bintang menjadikannya mudah dikenali di antara pasir dan terumbu. Selain bernilai estetis, keberadaannya juga memiliki peran penting dalam rantai makanan laut serta kehidupan ekonomi masyarakat pesisir.

Di Indonesia, Portunus sanguinolentus dikenal dengan nama rajungan bintang. Penamaan ini berasal dari pola bercak pada karapasnya yang menyerupai bentuk bintang atau bunga dengan warna mencolok. Nama tersebut digunakan secara luas oleh nelayan dan pelaku perikanan.

Di beberapa daerah pesisir, rajungan bintang juga disebut sebagai rajungan totol atau rajungan pasir, merujuk pada habitat alaminya di perairan dangkal berpasir. Perbedaan sebutan lokal mencerminkan kedekatan masyarakat dengan sumber daya laut di sekitarnya.

---ooOoo---

Rajungan memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai sumber pangan laut. Dagingnya putih, lembut, dan kaya protein, menjadikannya bahan konsumsi populer dalam berbagai masakan laut, baik direbus, dikukus, maupun diolah lebih lanjut.

Selain sebagai bahan pangan, keberadaannya mendukung keseimbangan ekosistem laut dengan memangsa organisme kecil dan menjadi mangsa bagi predator yang lebih besar. Secara tidak langsung, rajungan bintang membantu menjaga dinamika populasi biota laut.

---ooOoo---

Rajungan memiliki karapas relatif pipih dan lebar dengan tepi bergerigi. Warna dasar karapas hijau kebiruan hingga cokelat, dihiasi bercak putih atau kemerahan yang membentuk pola menyerupai bintang.

Sepasang kaki belakang berbentuk pipih seperti dayung, memungkinkannya berenang dengan cepat. Capitnya kuat dan berwarna kontras, berfungsi untuk menangkap mangsa serta mempertahankan diri dari ancaman.

---ooOoo---

Habitat alami rajungan berada di perairan laut tropis dan subtropis, terutama di daerah pantai hingga laut lepas dengan kedalaman dangkal. Dasar perairan berpasir atau berlumpur menjadi tempat favorit untuk mencari makan dan bersembunyi.

Lingkungan yang disukai umumnya memiliki arus sedang dan perairan yang cukup jernih. Rajungan bintang sering ditemukan di sekitar padang lamun dan terumbu karang dangkal yang kaya sumber makanan.

---ooOoo---

Perjalanan hidup rajungan dimulai dari telur yang menetas menjadi larva planktonik. Pada tahap awal, larva hidup melayang di kolom air dan mengalami beberapa fase perkembangan sebelum berubah menjadi juvenil.

Pertumbuhan terjadi melalui proses molting atau pergantian kulit. Perkembangbiakan berlangsung dengan pembuahan internal, di mana betina membawa telur di bagian bawah tubuh hingga menetas.

---ooOoo---

Rajungan dapat terserang parasit seperti cacing dan organisme epibion yang menempel pada karapas. Parasit ini dapat memengaruhi kondisi fisik dan laju pertumbuhan jika populasinya tinggi.

Penyakit lain yang umum terjadi meliputi infeksi bakteri dan jamur, terutama pada lingkungan perairan yang tercemar. Selain penyakit alami, penangkapan berlebihan menjadi ancaman utama bagi populasinya.

---ooOoo---

Klasifikasi

Secara ilmiah, Portunus sanguinolentus termasuk krustasea perenang yang memiliki adaptasi khusus untuk hidup aktif di perairan laut dangkal.

Klasifikasi Ilmiah

Regnum: Animalia
Phylum: Arthropoda
Classis: Malacostraca
Ordo: Decapoda
Familia: Portunidae
Genus: Portunus
Spesies: Portunus sanguinolentus
Klik di sini untuk melihat Portunus sanguinolentus pada Klasifikasi
---ooOoo---

Referensi

  • FAO Fisheries and Aquaculture – Portunus sanguinolentus.
  • Carpenter, K. E. & Niem, V. H. (1998). FAO Species Identification Guide.
  • FishBase – Portunus sanguinolentus.

Komentar