Bajing Tanah Belang (Lariscus insignis)

Di antara serasah daun hutan tropis, terdengar gemerisik kecil yang menandakan kehadiran mamalia mungil yang jarang disadari manusia. Tubuhnya ramping, geraknya cepat, dan pola belang di punggungnya menjadi ciri khas yang mudah dikenali bila beruntung melihatnya. Hewan ini lebih sering beraktivitas di permukaan tanah daripada di pepohonan.

Lariscus insignis dikenal sebagai bajing tanah belang. Di beberapa daerah Sumatra dan Kalimantan, masyarakat juga menyebutnya tupai tanah atau bajing hutan tanah.

Karena hidup tersembunyi dan tidak umum dijumpai, spesies ini tidak memiliki banyak nama daerah yang terdokumentasi, berbeda dengan bajing pohon yang lebih akrab dengan lingkungan manusia.

---ooOoo---

Tubuh bajing tanah belang relatif kecil dengan panjang sekitar 20–25 cm, belum termasuk ekor. Warna bulu cokelat keabu-abuan dengan garis-garis putih memanjang di punggung yang tampak kontras.

Ekor tidak terlalu lebat dibanding bajing pohon. Moncong agak runcing, mata besar, dan kaki kuat untuk berlari cepat di permukaan tanah.

---ooOoo---

Lariscus insignis menghuni hutan dataran rendah hingga perbukitan, terutama kawasan dengan lapisan serasah tebal. Spesies ini lebih menyukai lantai hutan yang lembab dan teduh.

Aktivitas harian berlangsung di siang hari. Saat merasa terancam, hewan ini segera bersembunyi di balik akar pohon atau lubang tanah.

---ooOoo---

Bajing tanah belang berkembang biak dengan melahirkan anak. Sarang biasanya dibuat di lubang tanah atau celah akar besar.

Anak lahir dalam kondisi belum berbulu sempurna dan sangat bergantung pada induk. Setelah beberapa minggu, anak mulai belajar mencari makan sendiri di sekitar sarang.

---ooOoo---

Bajing tanah belang berperan dalam penyebaran biji hutan. Kebiasaannya menyimpan makanan di berbagai lokasi membantu regenerasi tumbuhan secara alami.

Selain itu, hewan ini ikut menjaga keseimbangan ekosistem dengan memangsa serangga dan invertebrata kecil, sekaligus menjadi bagian rantai makanan bagi predator yang lebih besar.

---ooOoo---

Secara alami, bajing tanah belang menghadapi ancaman predator seperti ular, burung pemangsa, dan kucing hutan. Parasit eksternal seperti kutu juga dapat menyerang individu liar.

Kerusakan habitat akibat pembukaan hutan menjadi ancaman utama keberlangsungan populasinya, disusul perburuan skala kecil.

---ooOoo---

Klasifikasi

Secara ilmiah, bajing tanah belang diklasifikasikan sebagai berikut:

Regnum: Animalia  
Phylum: Chordata  
Classis: Mammalia  
Ordo: Rodentia
Familia: Sciuridae
Genus: Lariscus
Spesies: Lariscus insignis
Klik di sini untuk melihat Lariscus insignis pada Klasifikasi
---ooOoo---

Referensi

  • IUCN Red List – Lariscus insignis
  • Mammals of Southeast Asia
  • Smithsonian National Museum of Natural History
  • Fauna Indonesia – Bajing Tanah

Komentar