Betet (Psittacula alexandri)
Dari kejauhan terdengar suara nyaring memecah keheningan pagi, lalu sekelebat burung hijau melintas cepat di antara pucuk pohon. Tubuhnya ramping dengan ekor panjang menjuntai, geraknya gesit dan penuh percaya diri. Di hutan, kebun, hingga tepian kota, betet menjadi salah satu burung paruh bengkok yang paling mudah dikenali.
Psittacula alexandri dikenal luas dengan nama betet. Di beberapa daerah di Jawa dan Bali, burung ini juga disebut betet jawa atau betet biasa untuk membedakannya dari jenis parkit lain.
Di Sumatra dan Kalimantan, masyarakat umumnya tetap menyebutnya betet atau parkit hijau. Karena cukup populer sebagai burung peliharaan, namanya relatif seragam di berbagai wilayah.
Betet berukuran sekitar 33–36 cm termasuk ekor panjangnya. Warna tubuh dominan hijau cerah, dengan paruh merah mencolok. Jantan dewasa memiliki garis hitam dan merah muda di leher yang tampak seperti kalung.
Ekor panjang meruncing berwarna hijau kebiruan. Mata cerah dan ekspresif, sementara suara khasnya melengking tajam saat terbang berkelompok.
Betet menghuni hutan dataran rendah, hutan sekunder, kebun, hingga area pertanian. Spesies ini cukup adaptif dan dapat hidup dekat permukiman manusia.
Di Indonesia, betet tersebar di Jawa, Bali, Sumatra, dan beberapa wilayah lain di Asia Tenggara. Mereka menyukai pepohonan tinggi sebagai tempat bertengger dan bersarang.
Betet bersarang di lubang pohon. Betina bertelur beberapa butir yang dierami sekitar tiga minggu hingga menetas.
Anak burung dirawat kedua induk sampai mampu terbang. Setelah dewasa, betet cenderung hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil.
Di alam liar, betet berperan sebagai penyebar biji. Buah-buahan kecil yang dimakan membantu regenerasi pohon hutan ketika bijinya tersebar ke berbagai lokasi.
Selain itu, betet memiliki nilai ekonomi sebagai burung hias. Namun pemanfaatan ini perlu dikendalikan agar tidak mengganggu populasi liar.
Di alam liar, betet menghadapi ancaman predator seperti elang dan ular pohon. Sarang di lubang pohon juga rentan diganggu hewan lain.
Ancaman terbesar berasal dari perburuan dan perdagangan ilegal, serta berkurangnya habitat akibat penebangan hutan.
Klasifikasi
Secara ilmiah, betet diklasifikasikan sebagai berikut:
Regnum: Animalia Phylum: Chordata Classis: Aves Ordo: Psittaciformes Familia: Psittaculidae Genus: Psittacula Spesies: Psittacula alexandriKlik di sini untuk melihat Psittacula alexandri pada Klasifikasi
Referensi
- BirdLife International – Psittacula alexandri
- Handbook of the Birds of the World
- Avibase – Red-breasted Parakeet
- Burung Indonesia
Komentar
Posting Komentar