Bitangur / Selatri (Calophyllum soulattri)
Di tepian hutan tropis yang menghadap laut, berdiri pohon berdaun tebal dengan permukaan mengkilap yang memantulkan cahaya matahari. Buahnya bulat kehijauan, kayunya keras, dan akarnya mencengkeram tanah dengan kuat. Bitangur, atau slatri, adalah salah satu pohon pesisir yang diam-diam memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan alam.
Calophyllum soulattri dikenal dengan nama bitangur di banyak wilayah Indonesia. Di beberapa daerah lain, tanaman ini juga disebut slatri, penaga, atau bintangur, tergantung dialek setempat.
Nama bitangur sering kali disamakan dengan kerabat dekatnya seperti nyamplung, karena masih satu marga. Namun, keduanya adalah spesies berbeda dengan karakter habitat dan morfologi yang tidak sepenuhnya sama.
Kayu bitangur tergolong keras dan cukup tahan terhadap kondisi lingkungan tropis, sehingga dimanfaatkan untuk konstruksi ringan, perahu tradisional, hingga perabot sederhana. Serat kayunya cukup padat dan kuat.
Selain kayunya, bijinya mengandung minyak nabati. Pada beberapa spesies Calophyllum lain, minyaknya dikenal memiliki potensi untuk bahan baku biodiesel dan produk perawatan kulit, meskipun pemanfaatan khusus Calophyllum soulattri masih terbatas dibanding kerabatnya.
Bitangur dapat tumbuh hingga 20–30 meter dengan batang lurus dan tajuk membulat. Kulit batangnya cenderung abu-abu kecokelatan dan dapat mengeluarkan getah saat terluka.
Daunnya tebal, lonjong, berwarna hijau tua mengkilap di bagian atas dengan tulang daun halus yang tersusun rapat. Bunganya kecil berwarna putih kekuningan dan harum, sedangkan buahnya bulat dengan diameter beberapa sentimeter.
Spesies ini banyak ditemukan di kawasan pesisir, hutan pantai, serta daerah dataran rendah hingga perbukitan. Ia toleran terhadap angin laut dan tanah berpasir.
Penyebarannya meliputi Asia Tenggara hingga Pasifik barat. Di Indonesia, bitangur dapat ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Bitangur berkembang biak melalui biji yang tersebar secara alami, sering kali terbantu oleh air atau hewan. Pertumbuhannya tergolong sedang, terutama pada fase awal kehidupan.
Pohon dewasa berbunga secara musiman. Setelah penyerbukan, buah berkembang dalam beberapa bulan sebelum jatuh dan berkecambah di tanah yang sesuai.
Secara umum, bitangur cukup tahan terhadap gangguan hama berat. Namun, ulat daun dan serangga penggerek batang dapat menyerang pada kondisi lingkungan yang kurang optimal.
Penyakit jamur akar dapat muncul pada tanah yang terlalu lembab dan drainase buruk. Perawatan bibit memerlukan sirkulasi udara yang baik untuk mencegah infeksi patogen.
Klasifikasi
Secara ilmiah, bitangur diklasifikasikan sebagai berikut:
Regnum: Plantae Divisio: Spermatophyta Classis: Magnoliopsida Ordo: Malpighiales Familia: Calophyllaceae Genus: Calophyllum Spesies: Calophyllum soulattriKlik di sini untuk melihat Calophyllum soulattri pada Klasifikasi
Referensi
- Plants of the World Online – Calophyllum soulattri
- Flora Malesiana
- PROSEA – Timber Trees
- Kew Science Database
Komentar
Posting Komentar