Bunglon Tanah (Leiolepis belliana)

Berjemur tenang di tanah berpasir atau di tepi semak terbuka, reptil ini tampak sederhana, namun menyimpan kemampuan adaptasi luar biasa. Gerakannya cepat saat terancam, lalu seketika menghilang ke dalam liang persembunyian. Kehadirannya menjadi bagian khas lanskap kering Asia Tenggara, termasuk beberapa wilayah Indonesia.

Leiolepis belliana dikenal masyarakat sebagai bunglon tanah. Sebutan ini muncul karena kebiasaannya hidup dekat permukaan tanah dan kemampuannya menyesuaikan warna tubuh secara ringan mengikuti lingkungan.

Di sejumlah daerah juga disebut kadal tanah atau bunglon pasir. Ragam nama lokal tersebut berkembang dari pengamatan masyarakat terhadap perilaku menggali liang dan kebiasaan berjemur di area terbuka.

---ooOoo---

Tubuhnya ramping dengan panjang total dapat mencapai 40–60 cm termasuk ekor. Warna dasar cokelat keabu-abuan berpadu garis dan bercak kekuningan, sementara bagian samping tubuh sering menampilkan pola lebih cerah.

Kepalanya segitiga kecil, kaki kuat untuk berlari cepat, dan ekor panjang sebagai penyeimbang. Sisik halus membuat permukaannya tampak agak mengkilap saat terkena cahaya.

---ooOoo---

Habitat alaminya meliputi savana, semak terbuka, lahan berpasir, hingga tepi hutan kering. Spesies ini menyukai area dengan paparan matahari cukup dan tanah yang mudah digali.

Lingkungan favoritnya berada di dataran rendah hingga perbukitan dengan vegetasi jarang. Liang di tanah digunakan sebagai tempat berlindung dari panas berlebih dan predator.

---ooOoo---

Perjalanan hidupnya dimulai dari telur yang diletakkan di dalam tanah. Setelah menetas, anakan langsung mandiri dan mulai mencari pakan sendiri di sekitar liang.

Pertumbuhan berlangsung bertahap hingga mencapai ukuran dewasa. Perkembangbiakan terjadi secara seksual, dengan musim bertelur biasanya mengikuti periode hangat dan ketersediaan pakan melimpah.

---ooOoo---

Di alam, bunglon tanah berperan sebagai pengendali populasi serangga kecil dan invertebrata. Pola makannya membantu menjaga keseimbangan ekosistem mikro di habitat terbuka.

Keberadaannya juga menjadi indikator kesehatan lingkungan kering. Populasi yang stabil menandakan kondisi tanah, vegetasi rendah, dan ketersediaan pakan masih terjaga.

---ooOoo---

Di alam liar, bunglon tanah menghadapi predator seperti burung pemangsa, ular, dan mamalia kecil. Aktivitas manusia serta alih fungsi lahan menjadi ancaman utama kelangsungan habitatnya.

Penyakit jarang terdokumentasi secara spesifik, namun stres lingkungan dan kualitas habitat yang menurun dapat melemahkan daya tahan tubuh populasi liar.

---ooOoo---

Klasifikasi

Secara ilmiah, bunglon tanah (Leiolepis belliana) termasuk kelompok kadal agamid yang dikenal hidup di tanah terbuka dan memiliki kebiasaan membuat liang sebagai tempat berlindung.

Klasifikasi Ilmiah

Regnum: Animalia
Phylum: Chordata
Classis: Reptilia
Ordo: Squamata
Familia: Agamidae
Genus: Leiolepis
Spesies: Leiolepis belliana
Klik di sini untuk melihat Leiolepis belliana pada Klasifikasi
---ooOoo---

Referensi

  • IUCN Red List. Leiolepis belliana.
  • Reptiles of Southeast Asia.
  • Global Biodiversity Information Facility (GBIF).

Komentar