Damar (Agathis dammara)
Menjulang tinggi di antara kanopi hutan, berdiri sebuah pohon besar dengan batang lurus dan tajuk megah. Dari kulitnya mengalir getah bening keputihan yang sejak ratusan tahun lalu dimanfaatkan manusia untuk berbagai keperluan. Kehadirannya bukan sekadar peneduh, tetapi juga penanda hutan tua yang masih sehat. Inilah damar, pohon tropis bernilai tinggi yang menyimpan kisah panjang hubungan alam dan manusia.
Agathis dammara dikenal luas sebagai “damar”. Di beberapa daerah Sumatra disebut “damar putih”, sementara masyarakat Jawa mengenalnya sebagai “damar mata kucing”, merujuk pada bentuk butiran getahnya yang bening mengkilap. Di Maluku dan Papua, pohon ini juga dikenal dengan sebutan lokal seperti “damara”.
Beragam nama tersebut muncul dari tradisi pemungutan getah damar yang telah berlangsung turun-temurun. Di Lampung dan sebagian Jawa Barat, damar bahkan menjadi komoditas utama dalam sistem kebun hutan rakyat yang terkenal sebagai repong damar.
Manfaat utama damar terletak pada getahnya yang digunakan sebagai bahan vernis, cat, perekat, hingga campuran kosmetik dan farmasi. Sejak masa kolonial, getah damar telah menjadi komoditas ekspor penting dari Indonesia.
Kayunya dimanfaatkan untuk bahan bangunan ringan, papan, dan perabot sederhana. Selain itu, pohon damar berperan besar dalam konservasi tanah dan air, menyediakan habitat bagi satwa hutan, serta membantu menjaga keseimbangan iklim mikro.
Damar merupakan pohon besar yang dapat tumbuh hingga 40–60 meter. Batangnya lurus silindris dengan diameter besar, kulit luar berwarna abu-abu kecokelatan, dan akan mengeluarkan getah putih bening saat terluka. Tajuknya membulat dengan cabang tersusun rapi.
Daunnya tebal, berbentuk lonjong hingga elips, berwarna hijau tua mengkilap. Bunga jantan dan betina terpisah namun masih berada pada satu pohon. Buahnya berbentuk bulat kecil, berisi biji bersayap yang mudah terbawa angin.
Agathis dammara tumbuh alami di hutan hujan tropis dataran rendah hingga pegunungan rendah, pada ketinggian sekitar 100–1.200 meter di atas permukaan laut. Pohon ini menyukai tanah dalam, subur, dan lembab dengan drainase baik.
Habitat favoritnya meliputi hutan primer, hutan sekunder tua, serta kebun damar rakyat. Curah hujan tinggi dan suhu hangat menjadi faktor utama yang mendukung pertumbuhannya.
Damar berkembang biak melalui biji yang tersebar oleh angin. Bibit muda membutuhkan naungan ringan pada fase awal, lalu tumbuh lebih cepat saat memperoleh cahaya cukup.
Pohon mulai menghasilkan getah pada usia belasan hingga puluhan tahun. Umurnya dapat mencapai ratusan tahun, menjadikannya salah satu pohon penopang ekosistem hutan jangka panjang.
Hama yang kerap menyerang damar antara lain ulat daun dan kumbang penggerek batang, terutama pada tanaman muda. Serangan berat dapat memperlambat pertumbuhan.
Penyakit jamur akar dan busuk batang dapat muncul pada lahan terlalu lembab atau tergenang. Pengelolaan drainase serta pemantauan rutin menjadi kunci menjaga kesehatan tegakan damar.
Klasifikasi
Secara ilmiah, damar diklasifikasikan sebagai berikut:
Regnum: Plantae Divisio: Spermatophyta Classis: Pinopsida Ordo: Pinales Familia: Araucariaceae Genus: Agathis Spesies: Agathis dammaraKlik di sini untuk melihat Agathis dammara pada Klasifikasi
Referensi
- Plants of the World Online – Agathis dammara
- PROSEA – Plant Resources of South-East Asia
Komentar
Posting Komentar