Kura-kura Rawa Kalimantan (Cuora borneensis)

Di antara kanal kecil, rawa gambut, dan hutan lembab Kalimantan, bergerak perlahan seekor kura-kura dengan tempurung gelap dan tatapan waspada. Tubuhnya menyatu dengan lumpur dan serasah daun, membuat keberadaannya nyaris tak terlihat. Satwa ini hidup tenang di habitat basah, menjadi bagian penting dari keseimbangan ekosistem perairan darat.

Cuora borneensis dikenal sebagai kura-kura rawa Kalimantan. Di beberapa wilayah pedalaman, masyarakat menyebutnya kura-kura rawa atau kura air tawar, meskipun penyebutan lokal dapat berbeda antar daerah.

Karena jarang terlihat dan hidup tersembunyi, spesies ini tidak memiliki banyak nama tradisional yang terdokumentasi secara luas.

---ooOoo---

Spesies ini memiliki tempurung oval agak pipih berwarna cokelat tua hingga hitam. Panjang karapas dewasa dapat mencapai sekitar 20 cm. Kepala berwarna gelap dengan garis kekuningan samar di sisi wajah.

Kakinya berselaput sebagian, menandakan adaptasi terhadap kehidupan semiakuatik. Bagian plastron dapat menutup rapat, membantu melindungi tubuh saat merasa terancam.

---ooOoo---

Cuora borneensis hidup di rawa gambut, sungai kecil berarus lambat, kolam alami, dan hutan rawa dataran rendah. Spesies ini menyukai perairan dangkal dengan banyak vegetasi air dan dasar berlumpur.

Aktivitasnya lebih dominan pada sore hingga malam hari. Pada siang hari, kura-kura ini sering bersembunyi di lumpur atau di bawah tumbuhan air.

---ooOoo---

Kura-kura rawa Kalimantan berkembang biak dengan bertelur di daratan lembab dekat air. Betina biasanya menghasilkan 1–3 butir telur dalam satu musim.

Anak kura-kura menetas setelah masa inkubasi sekitar dua hingga tiga bulan. Pertumbuhannya lambat, dan individu membutuhkan beberapa tahun untuk mencapai usia dewasa.

---ooOoo---

Kura-kura rawa Kalimantan berperan sebagai pemakan organisme kecil, bangkai, dan bahan organik di perairan dangkal. Aktivitas ini membantu menjaga kebersihan rawa serta menyeimbangkan rantai makanan.

Keberadaannya juga menjadi indikator kesehatan ekosistem gambut dan rawa. Populasi yang stabil menandakan kualitas air dan habitat masih relatif baik.

---ooOoo---

Di alam, telur dan anakan rentan dimangsa biawak, burung, dan mamalia kecil. Ancaman terbesar justru berasal dari manusia melalui perburuan dan perdagangan ilegal.

Penyakit infeksi cangkang dan parasit air dapat menyerang, terutama pada individu yang hidup di perairan tercemar atau terfragmentasi.

---ooOoo---

Klasifikasi

Secara ilmiah, kura-kura rawa Kalimantan diklasifikasikan sebagai berikut:

Regnum: Animalia
Phylum: Chordata
Classis: Reptilia
Ordo: Testudines
Familia: Geoemydidae
Genus: Cuora
Spesies: Cuora borneensis
Klik di sini untuk melihat Cuora borneensis pada Klasifikasi
---ooOoo---

Referensi

  • IUCN Red List – Cuora borneensis
  • Turtle Conservation Coalition
  • Asian Turtle Trade Working Group

Komentar