Tokek Hutan (Gekko smithii)
Di balik rimbunnya hutan hujan Asia Tenggara, terdengar sesekali suara tokek bergema dari batang pohon tinggi. Tubuhnya besar, kulitnya kasar bertotol, dan gerakannya mantap saat memanjat permukaan vertikal. Tokek hutan merupakan salah satu cicak raksasa Nusantara yang hidup tersembunyi di kanopi dan batang-batang pohon tua.
Gekko smithii dikenal sebagai tokek hutan. Di beberapa daerah, masyarakat juga menyebutnya tokek besar atau tokek pohon, membedakannya dari tokek rumah yang lebih umum dijumpai.
Karena habitatnya jauh dari permukiman, tokek hutan tidak memiliki banyak variasi nama daerah, dan lebih sering dikenal melalui istilah umum tokek hutan.
Gekko smithii termasuk tokek berukuran besar dengan panjang tubuh dapat mencapai lebih dari 30 cm. Kulitnya kasar dengan pola totol cokelat, abu-abu, hingga kehijauan. Matanya besar dengan pupil vertikal.
Jari-jarinya dilengkapi bantalan perekat kuat yang memungkinkannya memanjat batang pohon licin. Ekor tebal berfungsi sebagai cadangan energi dan alat keseimbangan.
Dibandingkan tokek rumah (Gekko gecko), Gekko smithii cenderung memiliki warna tubuh lebih kusam dengan pola totol tidak terlalu kontras, sementara tokek rumah menampilkan bintik merah-oranye yang lebih mencolok. Tokek hutan juga lebih ramping dan hidup hampir sepenuhnya di pepohonan hutan, sedangkan tokek rumah sering ditemukan di bangunan manusia. Dari sisi perilaku, Gekko smithii lebih pemalu dan jarang bersuara keras, berbeda dengan Gekko gecko yang terkenal dengan panggilan vokalnya yang lantang.
Tokek hutan hidup di hutan hujan dataran rendah hingga perbukitan, terutama pada pohon besar dan kawasan lembab. Spesies ini jarang turun ke tanah dan lebih banyak beraktivitas di batang serta cabang pohon.
Aktif terutama pada malam hari, tokek hutan menghabiskan siang hari bersembunyi di celah kulit kayu atau lubang alami.
Tokek hutan berkembang biak dengan bertelur. Betina biasanya meletakkan dua butir telur yang direkatkan pada permukaan keras seperti batang atau dinding rongga pohon.
Telur menetas setelah sekitar dua bulan. Anakan tumbuh perlahan dan membutuhkan beberapa tahun untuk mencapai ukuran dewasa.
Tokek hutan berperan sebagai predator alami serangga besar, laba-laba, dan hewan kecil lainnya. Perannya membantu menjaga keseimbangan populasi invertebrata di hutan.
Keberadaannya juga menjadi indikator kualitas habitat hutan primer dan sekunder tua, karena spesies ini membutuhkan lingkungan yang relatif utuh untuk bertahan hidup.
Di alam, tokek hutan dapat dimangsa burung pemangsa, ular, dan mamalia arboreal. Ancaman utama berasal dari perusakan habitat dan penangkapan liar.
Parasit kulit dan infeksi mulut dapat terjadi, terutama pada individu yang hidup di habitat terganggu.
Klasifikasi
Secara ilmiah, tokek hutan diklasifikasikan sebagai berikut:
Regnum: Animalia Phylum: Chordata Classis: Reptilia Ordo: Squamata Familia: Gekkonidae Genus: Gekko Spesies: Gekko smithiiKlik di sini untuk melihat Gekko smithii pada Klasifikasi
Referensi
- IUCN Red List – Gekko smithii
- Reptile Database
- Amphibians and Reptiles of Southeast Asia
Komentar
Posting Komentar