Pipit Pegu (Passer flaveolus)

Hamparan persawahan dan ladang terbuka di kawasan tropis sering diramaikan oleh burung-burung kecil yang bergerak lincah di antara batang padi. Burung-burung ini biasanya hidup berkelompok, terbang rendah di atas tanaman, serta mengeluarkan suara kicauan pendek yang khas saat mencari makan.

Salah satu jenis yang kerap dijumpai di lingkungan tersebut adalah Passer flaveolus. Burung kecil dari keluarga Passeridae ini dikenal luas di Asia Tenggara dan sebagian Asia Selatan. Keberadaannya sering dikaitkan dengan kawasan pertanian karena spesies ini memanfaatkan biji-bijian sebagai sumber makanan utama.

Di Indonesia, burung ini dikenal dengan nama pipit pegu. Penampilannya yang sederhana membuatnya sering dianggap serupa dengan beberapa jenis burung pipit lain. Namun, kebiasaannya hidup dalam kelompok kecil serta kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan manusia menjadikannya salah satu burung yang cukup umum dijumpai.

---ooOoo---

Dalam ekosistem pertanian, burung ini memiliki peran sebagai pemakan biji-bijian dan serangga kecil. Meskipun kadang dianggap sebagai hama karena memakan padi yang sedang matang, burung ini juga membantu mengendalikan populasi serangga di sekitar lahan pertanian.

Kehadirannya turut menjadi bagian dari rantai makanan alami. Pipit pegu menjadi mangsa bagi berbagai predator seperti burung pemangsa kecil, ular, dan mamalia kecil. Dengan demikian, keberadaannya membantu menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan terbuka.

---ooOoo---

Burung ini berukuran kecil dengan panjang tubuh sekitar 12–14 sentimeter. Warna bulunya didominasi cokelat keabu-abuan dengan bagian bawah tubuh yang lebih pucat. Beberapa individu memperlihatkan rona kekuningan lembut pada bagian perut atau sisi tubuh.

Paruhnya pendek dan kuat, sesuai untuk memecah biji-bijian. Sayapnya relatif pendek namun cukup kuat untuk penerbangan cepat jarak pendek. Ekornya pendek dengan bentuk agak membulat, sedangkan kakinya ramping namun kokoh untuk bertengger di batang tanaman.

---ooOoo---

Passer flaveolus umumnya menghuni daerah terbuka seperti persawahan, padang rumput, ladang, serta pinggiran permukiman. Habitat tersebut menyediakan sumber makanan melimpah berupa biji-bijian, terutama dari tanaman budidaya.

Burung ini menyukai lingkungan dengan vegetasi rendah serta keberadaan semak atau pohon kecil sebagai tempat bertengger. Selain itu, mereka sering terlihat di sekitar bangunan atau struktur buatan manusia yang dapat digunakan sebagai tempat berlindung.

---ooOoo---

Musim berkembang biak biasanya terjadi ketika ketersediaan makanan melimpah. Burung ini membuat sarang sederhana dari rumput kering, serat tanaman, dan bahan halus lainnya. Sarang tersebut biasanya ditempatkan di celah bangunan, semak rapat, atau lubang kecil pada pohon.

Induk betina bertelur beberapa butir dalam satu periode reproduksi. Kedua induk bekerja sama menjaga dan memberi makan anak-anaknya hingga cukup kuat untuk meninggalkan sarang. Setelah mampu terbang dengan baik, burung muda akan bergabung dengan kelompok lainnya.

---ooOoo---

Ancaman terhadap spesies ini umumnya berasal dari predator alami seperti ular, burung pemangsa kecil, dan mamalia karnivora. Selain itu, perubahan habitat akibat intensifikasi pertanian juga dapat mempengaruhi ketersediaan tempat bersarang.

Penggunaan pestisida dalam jumlah besar di lahan pertanian juga berpotensi menurunkan populasi serangga yang menjadi sumber makanan tambahan bagi burung ini. Meski demikian, kemampuan adaptasinya yang cukup tinggi membuat pipit pegu masih cukup sering dijumpai di berbagai wilayah.

---ooOoo---

Klasifikasi

Famili Passeridae merupakan kelompok burung kecil yang dikenal sebagai burung pipit atau burung gereja. Anggotanya tersebar luas di berbagai benua dan umumnya memiliki paruh pendek kuat yang beradaptasi untuk memakan biji-bijian.

 
Regnum: Animalia 
Phylum: Chordata 
Classis: Aves 
Ordo: Passeriformes 
Familia: Passeridae 
Genus: Passer 
Spesies: Passer flaveolus
Klik di sini untuk melihat Passer flaveolus pada Klasifikasi
---ooOoo---

Referensi

  • del Hoyo, J., Elliott, A., & Christie, D. (2010). Handbook of the Birds of the World. Lynx Edicions.
  • MacKinnon, J., Phillips, K., & van Balen, B. (2010). Burung-burung di Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan.
  • BirdLife International. Species factsheet: Passer flaveolus.
  • IOC World Bird List. Data taksonomi burung keluarga Passeridae.

Komentar