Cicak (Hemidactylus platyurus)
Menyelinap di antara celah dinding, menempel di langit-langit rumah, lalu bergerak secepat kilat saat serangga malam melintas, cicak dinding (Hemidactylus platyurus) menjadi saksi bisu setiap cerita malam. Kehadirannya sering tak disadari, namun dentingan kecil ekornya yang terputus atau suara khas “cek… cek…” selalu mengingatkan bahwa ia ada di sana. Ia bukan hanya penghuni rumah, tetapi juga bagian dari ekosistem kecil yang menjaga keseimbangan di sekitar manusia. Keberadaannya kadang menimbulkan rasa geli, kadang pula menghadirkan rasa nyaman. Seperti penjaga malam yang setia, cicak dinding membantu membersihkan rumah dari nyamuk dan serangga pengganggu lainnya. Meski kecil dan sering diabaikan, perannya tak tergantikan dalam dunia yang tak pernah benar-benar tidur. Di berbagai daerah di Nusantara, cicak dinding punya banyak nama panggilan. Ada yang menyebutnya sekadar “cicak”, ada pula yang menambahkan embel-embel “dinding” untuk membedakannya dari jenis...