Mahoni (Swietenia macrophylla)
Mahoni berdiri di tepi jalan, di halaman sekolah, di pinggir kampung—menarik pandang dengan batang lurus tinggi dan kanopi yang rimbun. Daun majemuknya berkilau saat disapu angin, sementara bayang-bayangnya merayap pelan di tanah. Di bawahnya, orang berteduh, anak-anak bermain, dan burung-burung singgah. Seolah seluruh lanskap setuju: pohon ini diciptakan untuk memberi jeda. Dari hutan tropis Amerika Tengah hingga kebun-kebun di Nusantara, mahoni menempuh perjalanan panjang. Nama latinnya, Swietenia macrophylla , mencantumkan ciri khas “daun besar” yang menjadi identitas. Kayunya termasyhur, kisahnya panjang, dan jejaknya menautkan ekologi, ekonomi, hingga budaya. Di mana pun tumbuh, mahoni menghadirkan teduh—dan cerita. ---ooOoo--- Mahoni dikenal luas begitu saja: “mahoni”. Di Jawa dan Sunda, sebutan itu sama mudahnya meluncur dari lidah. Di sejumlah tempat, muncul variasi “mahogani”—serapan dari “mahogany” yang mengacu pada mutu kayu merah kecokelatan yang disukai...